Pages

It's My Blog

Selamat Datang!!
Powered By Blogger

Makalah Penelitian PKN

0
| Sabtu, 23 November 2013

Kemandirian Masyarakat Desa Dawung Kecamatan  Ngadiluwih dengan Usaha Pabrik Krupuk ”Surya Manalagi”





         


     Disusun oleh:
    Ali Mahmud
    Al Jalandi
    Ahmad Ardani Kafi
    Ahmad Afriza R.
    Alfi Khoirunisa’
    Alvin Naila Kharimata
     Amalia Putri H.
    Ainun Umi H.

Dosen Pembimbing :
Zayyad abd.Rohman, M.HI

Syariah / Ekonomi Islam


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI
Jl. Sunan Ampel 07 Ngronggo Kediri 64127
2012 / 2013

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ”Kemandirian Masyarakat Desa Dawung Kecamatan Ngadiluwih dengan Usaha Pabrik Krupuk” dengan baik  tanpa ada hambatan yang berarti.penyusunan makalah ini sebagai wujud penunjang pembelajaran dalam perkuliahan, makalah ini kami sajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga memudahkan kita dalam membaca dan memahaninya.
Kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun.


                                                Kediri, November 2012

                                               
                                                                        Penulis



                                           



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.     Latar Belakang............................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................ 1
C.     Pendekatan dan Metode............................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI............................................................................. 3
A .Pengrtian Masyarakat Madani....................................................... 3
B. Sejarah Masyarakat Madani.......................................................... 6
C. Karakteristik Masyarakat Madani................................................. 7
BAB III PAPARAN DATA............................................................................... 10
A.     Gambaran Umum Obyek............................................................. 10
B.     Paparan Data................................................................................
C.     Temuan Penelitian........................................................................
D.     Pembahasan.................................................................................
BAB IV PENUTUP...........................................................................................
A.     Kesimpulan..................................................................................
B.     Saran............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
LAMPIRAN......................................................................................................










BAB I
   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Masyarakat Madani merupakan masyarakat yang memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjalankan kewajibannya tanpa adanya peraturan yang mengikat. Hal itu menjadi sangat penting, karena jika suatu Negara telah menerapkan masyarakat madani maka Negara tersebut akan tertib, tenteram, dan nyaman. Semua warganya hidup rukun tanpa adanya pelanggaran-pelanggaran yang meresahkan masyarakat.
Disamping itu, kita sebagai manusia yang di bekali akal harus mampu berpikir dan mempunyai kesadaran yang tinggi akan hal tersebut. Untuk itu, kelompok kami membahas lebih jauh tentang “Kemandirian Masyarakat Desa Dawung Kecamatan Ngadiluwih dengan Usaha Pabrik Krupuk”. Agar mengetahui realita masyarakat madani dalam kehidupan sehari-hari.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa kunci keberhasilan dari usaha pabrik krupuk ?
2.      Bagaimana usaha mempertahankan pabrik krupuk di Era Modernisasi ?
3.      Apakah masyarakat Dawung Ngadiluwih telah memenuhi karakteristik dari masyarakat madani ?

C.    Pendekatan dan Metode
1.      Pendekatan
Dalam penelitian ini, kami menggunakan pendekatan sosial. Untuk mengetahui kemandirian dan kesadaran sosial yang dilakukan oleh pabrik krupuk tersebut. Kami membutuhkan interaksi sosial secara langsung agar memperoleh keakuratan data.
2.      Metode
Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu, metode interview dan dokumentasi. Dimana kami mencari narasumber yang perlu kami wawancarai.
Sebelumnya kami menyusun daftar pertanyaan yang nanti akan kita ajukan kepada narasumber. Kemudian kami membuat janji terlebih dahulu untuk diwawancarai.
            Disamping itu kami mengumpulkan data berupa dokumentasi berupa bukti-bukti untuk menunjang penelitian kami. Dengan harapan metode ini agar memperoleh kebenaran data.

























           BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur bedasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu.
Beberapa pendapat ahli tentang masyarakat madani :
1.      Menurut Anwar Ibrahin, masyrakat madani yaitu sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.
2.      Menurut Dawan Rahardjo, masyarakat madani merupakan proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama.
3.      Menurut Azyumardi Azra, masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan pro demokrasi yang mengacu pada masyarakat berkualitas.
4.      Menurut Nur Cholish Madjid, masyarakat madani berakar dari kata “civility” artinya toleransi, kesediaan pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial.[1]
Dari berbagai pendapat diatas masyarakat mandani dapat diartikan masyarakat mandiri, dalam artian masyarakat yang mandiri dalam berpikir, berpolitis, bertingkah laku sosial tanpa harus ada peraturan-peraturan yang mengikat.

B.     Sejarah Masyarakat Madani
Menurut filsafat Aristoteles (384-322 M) memandang civil society sebagai sistem kenegaraan atau identik dengan Negara itu sendiri. Pandangan ini merupakan fase pertama sejarah civil society. Tentu saja pandangan ini telah berubah sama sekali dengan rumusan civil society yang berkembang dewasa, yaitu masyarakat sipil diluar dan penyeimbang lembaga Negara. Mazhab pandangan Aristoteles selanjutnya dikembangkan oleh Marcus Tulliuis Cicero, Thomas Hobbes dan John Locke.
Fase kedua, pada tahun 1767 Adam Fergusson mengembangkan wacana civil society dengan kontek sosial dan politik di Skotlandia. Berebeda dengan pendahulunya, Ferguson lebih menekankan visi etis pada civil society dalam kehidupan sosial. Pemahamannya ini lahir tidak lepas dari pengaruh dampak revolusi industri dan kapitalisme yang melahirkan ketimpangan sosial yang mencolok.
Fase ketiga, berbeda dengan pendahulunya, pada tahun 1792 Thomas Paine mulai memaknai wacana civil society sebagai sesuatu yang berlawanan dengan lembaga Negara. Bersandar pada paradigma ini, peran Negara saatnya sudah dibatasi. Menurut pandangan ini, Negara tidak lain hanyalah keniscayaan buruk belaka. Konsep Negara abash merupakan perwujudan dari delegasi kekuasaan yang diberikan oleh masyarakat demi terciptanya kesejahteraan bersama. Semakin sempurna suatu masyarakat sipil, semakin besar pula peluangnya untuk mengatur kehidupan warganya sendiri.
Fase keempat, wacana civil society selanjutnya dikembangkan oleh GWF. Hegel, Karl Marx dan Antonio Gramsci. Menurut pandangan mereka, civil socirty merupakan elemen ideologis kelas dominan. Pemahaman ini adalah reaksi atas pandangan Paine yang memisahkan civil society dari Negara. Berbeda dengan Pain, Hegel memandang civil society sebagai kelompok subordinat terhadap Negara. Pandangan ini menurut pakar politik Indonesia Ryas Rasyid, erat kaitannya dengan perkembangan ditandai oleh perjuangan melepaskan didi dari cengkeraman dominasi Negara.
Fase kelima, wacana civil society sebagai reaksi terhadap mazhab Hegelin yang dikembangkan oleh Alexis de Tocquevlle. Bersumber dari pengalamannya mengamati budaya demokrasi Amerika, pemikiran Tocquevelle tentang civil society sebagai kelompok penyeimbang kekuatan Negara yang menjadikan demokrasi Amerika kuat. Mengacu pada kekhasan budaya demokrasi rakyat Amerika yang bercirikan plural, mandiri dan kedewasaan poltik, menurutnya warga Negara dimanapun akan mampu mengimbangi dan mengontrol kekuatan Negara.[2]


C.    Karakteristik Masyarakat Madani
Beberapa unsur pokok yang harus dimiliki oleh masyarakat madani, diantaranya :
1.      Adanya Wilayah Publik yang Bebas
Free public sphere adalah ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat. Di wilayah ruang publik ini semua warga negara memiliki posisi dan hak yang sama untuk melakukan transaksi sosial dan politik tanpa rasa takut dan terancam oleh ketakutan-ketakutan di luar civil society. Mengaku pada Arendt dan Hebermas, ruang publik dapat diartikan sebagai wilayah bebas semua warga Negara memiliki akses penuh dalam kegiatan yang bersifat publik. Sebagai prasyarat mutlak lahirnya civil society yang sesungguhnya, ketiadaan wilayah publik bebas ini pada suatu negara dapat menjadi suasana tidak bebas di mana negara mengontrol warga negara dalam menyalurkan pandangan sosial politiknya.
2.      Demokrasi
Demokrasi adalah prasyarat mutlak lainnya bagi keberadaan civil society yang murni (genuine). Tanpa demokrasi masyarakat sipil tidak mungkin terwujud. Secara umum demokrasi adalah suatu tatanan sosial politik yang bersumber dan dilakukan oleh, dari, dan untuk warga negara.
3.      Toleransi
Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat. Lebih dari sikap menghargai pandangan berbeda orang lain, toleransi, mengacu pandangan tokoh cendekiawan Muslim Nurcholish Madjid, adalah persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. Jika toleransi menghasilkan adanya tata cara pergaulan yang menyenangkan antara berbagai kelompok yang bebeda-beda, maka hasil itu, tegas Madjid, harus dipahami sabagai hikmah atau manfaat dari pelaksanaan ajaran moral agama.
      Senada dengan Madjid, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menyatakan bahwa dalam kerangka menciptakan kehidupan yang berkualitas dan berkeadaban (tamaddun/civility), masyarakat madani (civil society) menghajatkan sikap-sikap toleransi, yakni kesediaan individu-individu untuk menerima beragam perbedaan pandangan politik di kalangan warga bangsa.

4.      Pluralisme
Kemajemukan atau pluralisme merupakan prasyarat lain bagi civil society. Pluralisme tidak hanya dipahami sebatas sikap harus mengakui dan menerima kenyataan sosial yang beragam, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan perbedaan sebagai sesuatu yang alamiah dan rahmat Tuhan yang bernilai positif bagi kehidupan masyarakat. 
      Menurut Madjid, pluralisme adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban (genuine engagement of diversities within the bonds of civility). Bahkan menurutnya pula, pluralisme merupakan mekanisme pengawasan dan pengimbangan (check and balance).
      Kemajemukan dalam pandangan Madjid erat kaitannya dengan sikap penuh pengertian (toleran) kepada orang lain, yang nyata-nyata diperlukan dalam masyarakat yang majemuk.
5.      Keadilan Sosial
Keadilan sosial adalah adanya keseimbangan dan pembagian yang proposional atas hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan: ekonomi, politik, pengetahuan dan kesempatan. Dengan pengertian lain, keadilan sosial adalah hilangnya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan yang dilakukan oleh kelompok atau golongan tertentu.[3]     









       BAB III
PAPARAN DATA

A.    Gambaran Umum Obyek
Pabrik krupuk ini terletak di dusun Dawung RT 01 RW 02 Desa Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Usaha pabrik ini memiliki 80 karyawan yang terdiri dari :         
NO

JUMLAH
A
Tenaga kerja pimpinan
1 orang
1
Direktur
1` orang
2
Manager Pelaksana
1 orang
3
Juru Buku
2 orang
4
Kasir
2 orang
5
Divisi Produksi
1 orang
6
Divisi Logistik
4 orang
7
Divisi Pemasaran
4 orang
B
PEKERJA


Meracik Bumbu
2 orang

Mengolah Bahan
6 orang

Mencetak
14 orang

Menggoreng
2 orang

Menjalankan Peralatan
8 orang

Menyablon Plastik
8 orang

Memotong Mengelas Plastik
3 orang

Membuat Tali/Pengikat
5 orang

Pembungkusan dan Pengepakan
10 orang

Lain-lain
7 orang

Jumlah
80 orang

Perusahaan krupuk “Surya Manalagi” merupakan bentuk perusahaan perseorangan. Perusahaan ini dapat dikatakan sebagai perusahaan padat karyawan karena produksi masih banyak diperlukan ketrampilan tenaga kerja manusia untuk menggerakkan peralatan yang masih modern.

Sekitar tahun 1985 Beliau menjual krupuk eceran di pasar. Sebelum perusahaan ini berdiri Bapak Suhud dulunya bekerja sebagai karyawan industri krupuk. Beliau mencari informasi yang berhubungan dengan usaha krupuk, dari segi bahan baku yang efisien maupun proses produksi serta cara pemasaran hasil produksi. Dari sini maka timbullah keinginan Bapak Suhud untuk mendirikan perusahaan krupuk “Surya Manalagi” dengan modal bank.
Saat ini perusahaan krupuk memproduksi 4 jenis krupuk, yaitu : krupuk uyel, krupuk saloyo, krupuk reng dan krupuk om atau loreng. Krupuk-krupuk tersebut dikemas dalam plastik bersablon yang sesuai dengan permintaan pasar dan untuk menjaga stabilitas keuntungan perusahaan.

Hasil Perolehan Foto
       
       

           

     
                                                                                                                            
                                            




B.     Paparan Data
Di era modernisasi ini telah banyak perusahaan yang bermunculan terutama pada usaha krupuk, karena krupuk sebagai pelengkap makanan keberadaannya sangat dinantikan para konsumen. Produksi krupuk bagi perusahaan merupakan ancaman, apabila produk yang dihasilkan kurang berkualitas, maka akan kalah bersaing dengan perusahaan lain.
Adapun perusahan-perusahaan yang menjadi pesaing perusahaan krupuk “Surya Manalagi” diantaranya :
1.      Perusahaan Krupuk “LUGINA” Kediri
2.      Perusahaan Krupuk “DEWI PUTERI” Kediri
3.      Perusahaan Krupuk “YSN” Kediri
4.      Perusahaan Krupuk “MEKAR” Kediri
5.      Perusahaan Krupuk “MANAR” Kediri
6.      Perusahaan Krupuk “SOLEMAN” Kediri
7.      Perusahaan Krupuk “TKT” Kediri
Untuk itu, peusahaan ini terus meningkatkan mutu dan kualitas dari pabrik ini, seperti : mempertahankan bumbunya agar tetap lezat dan enak, menjaga krupuk tersebut agar tidak mudah mlempem, sehingga mudah di goreng, dan krupuk dari perusahaan ini cenderung rasa bawang.

C.    Temuan Penelitian
Dalam penelitian kami, ternyata usaha pabrik ini masih dapat bertahan dan berkembang hingga sekarang. Usaha ini dapat bertahan dikarenakan sistem tatanan kerjanya yang baik, yaitu Struktur organisasi . Struktur organisasi sangat diperlukan karena hal ini dapat mengurangi penyimpangan dalam menjalankan pekerjaan. Dengan adanya struktur organisasi ini, maka karyawan bertugas sesuai dengan peranannya masing-masing.
Perkembangan usaha ini dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di desa Dawung.  Hal ini terbukti dengan adanya jumlah karyawan yang banyak, yang membantu kalangan bawah kususnya. Usaha pabrik krupuk inib juga membantu APBD dan APBN. Selain itu juga mengangkat budaya dan makanan lokal di wilayah Internasional.
         Peminjaman modal bank dalam usaha pabrik krupuk ini menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Kemandirian merupakan kunci utama bertahannya dan berkembanganya usaaha ini. Di Desa Dawung tersebut masyarakatnya sebaginanya bekerja di pabrik krupuk tersebut.

D.    Analisis Data
Dari penelitian yang kami lakukan bahwa pabrik kru[uk “surya manalagi” termasuk masyarakat madani. Hal ini sesuai dengan unsur-unsur yang terdapat dalam karakteristik masyarakat madani.
1.      Adanya wilayah publik yang bebas
            Berdirinya pabrik krupuk di desa dawung, masyarakat lebih mudah menggemukakan pendapatnya dengan cara transaksi social. Jika seseorang menpunyai keinginan dalam usaha brjualan/distributor krupuk, mrereka merasa mudah melakukan usaha tersebut, dan perusahaan krupuk tentunya akan memberikan sebuah peluang pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
2.      Demokrasi
      Dalam pabrik krupuk “Surya Manalagi” telah menerapkan sistem demokrasi dalam struktur organisasi sistem tata kerjanya. Struktur organisasi dalam perusahaan tersebut dapat mengurangi penyimpangan dalam menjalankan pekerjaan. Bentuk struktur tersebut dengan satuan kekuasaan dan perintah berjalan dari atas kebawah dan sebaliknya dalam pertanggungjawabannya. Dalam tata cara tersebut secara tidak langsung sudah menerapkan sistem demokrasi yang berasakan dari bawah ke atas maksudnya antara karyawan dan pimpinan saling berkesinambungan dan berinteraksi agar terciptanya tujuan dan keberhasilan dalam mengelola perusahaan.
3.      Toleransi
      Masyarakat yang berada disekitar pabrik telah terjadi toleransi yaitu dengan saling memahami sehingga tidak menimbulkan banyak permasalahan dengan didirikannya pabrik tersebut.
4.      Pluralisme
            Pabrik krupuk tersebut tentunya mengalami banyak perbedaan, karyawannya berasal dari daerah yang bermacam-macam tetapi dengan perbedaan tersebut mereka bisa saling kerjasama menghasilkan produk krupuk yang baik.
5.      Keadilan Sosial
            Dalam pabrik krupuk tersebut hak-haknya sudah terpenuhi dan kewajiban-kewajiban sudah terjalankan. Hak-hak bagi karyawan yaitu mendapatkan penghasilan dari hasil pekerjaanya, sedangkan hak-hak bagi pimpinan yaitu dengan adanya karyawan-karyawan pekerjaan-pekerjaan dalam perusahaan tersebut dapat terpenuhi. Sedangkan kewajiban-kewajibannya, kewajiban bagi karyawan yaitu mengerjakan pekerjaannya dengan terselesaikan, dan kewajiban sebagai pemilik pimpinan yaitu menjamin taraf kehidupan bagi karyawan-karyawannya dan memberi upah bagi karyawannya.












BAB III
          PENUTUP
  KESIMPULAN
1.      Kunci dari keberhasilan usaha krupuk “Surya Manalagi” ini ialah adanya kemandirian dan kerjasama yang baik antara elemen pendukung usaha.
2.      Usaha krupuk ini dapat bertahan di era modernisasisaat ini  karena adanya usaha yang gigih dan kerja sama antar elemen pendukung usaha. Selain itu juga tidak lepasnya dari masih adanya kecintaan masyarakat terhadap krupuk tersebut.
3.      Dari penelitian yang kami lakukan, ternyata masyarakat di desa Dawung kec. Ngadiluwih kab. Kediri memiliki cirri dan karakteristik sebagai masyarakat madani. Hal itu terbukti dengan adanya kemandirian dalam bidang ekonomi dengan adanya usaha krupuk. Selain itu juga adanya kerja sama yang antar elemen pendukung usaha.

SARAN
      Sebagai masyarakat  Indonesia yang baik, kita harus membentuk masyarakat madani dikalangan masyarakat kita. Seperti yang dicontohkan masyarakat desa Dawung kec. Ngadiluwih kab. Kediri ternyata untuk membentuk masyarakat madani tidaklah sulit. Namun dibutuhkan kesungguhan dalam prosesnya.









DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Komarudin. 2000. Demokrasi  HAM dan Masyarakat Madani. jakarta: ICCE.

Nur, Siti Aisyah. 2003. Pengembangan Kemasan sebagai Penunjang Kelancaran Penjualan. Kediri.
Suyanto, Bagong Sutinah. 2007. Metode Penelitian Sosial.Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

















Kemandirian Masyarakat Desaa Dawung Kec. Ngadiluwih dengan Usaha Pabrik Krupuk

Daftar wawancara :
1.      Bagaimana awal berdirinya pabrik ini ?
-Perusahaan krupuk “Surya Manalagi” ini merupakan bentuk perusahaan perseorangan, dalam operasinya perusahaan ini dapat dikatakan sebagai perusahaan yang padat karyawannya. Proses produksi yang masih banyak diperlukan tenaga kerja manusia untuk menggerakan mesin-mesin produksi.  Sebelum perusahaan ini berdiri alm. Bapak Sahud berserta ibu dulu pernah ikut bekerja pada perusahaan krupuk yang ada dikediri yang bersifat industri. Selain itu usaha lain yang  beliau lakukan yaitu mencari berbagai informasi yang berhubungan dengan usaha yang dirintisnya baik itu perolehan bahan baku yang efisien maupun proses produksi serta usaha pemasaran dari produk yang dihasilkan. Sekitar tahun 1985 dengan menjual krupuk eceran dipasar yang berdasarkan pengalamanya, maka tentulah keinginan dan tekad dalam Bapak Sahud berserta itu untuk mendirikan perusahaan krupuk “Surya manalagi”dengan modal bank. Dengan mendapat ijin produksi pada tanggal 28 juni 2002  nomor 268/13-17/P.K/VI/2002 dan tanda daftar perusahaan (TDP) nomor 132855205682 dari pemerintah kabupaten daerah Kediri.
2.      Mengapa Anda mendirikan pabrik di Dawung ?
-Karna dekat dengan bahan baku, tenaga kerja,lingkungan industry, transportasi.
3.      Apakah masyarakat sekitar tidak terganggu dengan adanya pabrik ini ?
-Tidak , karna dengan adanya pabrik inbi dapat membantu perekonomian masyarakat desa Dawung.
4.      Apakah dengan berdirinya pabrik ini dapat mengatasi pengangguran ?
-Ya.
5.      Berapa jumlah karyawan ?
-80 orang
6.      Bagaimana sistem kerja yang diterapkan untuk karyawan ?
-          Dengan Struktur organisasi “surya manalagi” sangat diperlukan karna dengan struktur organisasi yang baik dapat mengurangi penyimpangan dalam menjalankan pekerjaan.
7.      Jenis krupuk apa saja yang Anda jual ?
-          Krupuk uyel, krupuk saloyo, krupuk loreng, krupuk rengdi.
8.      Apa saja bahan baku untuk membuat krupuk ?
Tepung terigu, garam, bawang putih, zat pewarna, air.
9.      Apakah krupuk tersebut di jual matang atau setengah jadi (krecek) ?
-krecek.
10.  Berapa harga per kilonya ?
-Rp 8700
11.  Apakah alat yang di gunakan produksi telah menggunakan alat modern ?
-ya. 1 buah molen ( menggaduk adonan), 3 mesin hidrolis( mencetak krupuk), 2 almari ofen, 1 buah ketel (tempat pembakaran).
12.  Dimana saja Anda menjual krupuk tersebut ?
-          Meliputi karisidenan Kediri yaitu nganjuk,  tulungagung, blitar, dan sekitar Kediri. Pabrik saat ini telah memnperluas daerah pemasaran diluar wilayah karisidenan Kediri antara lain Jawa Barat, dan diluar pulau jawa yaitu Kalimantan. Malaysia.
13.  Bagaimana sistem pemasaran di luar negeri?
-          Sistim pemasaran, saat ini di Malaysia melalui koperasi yang bertempat di Telungagung.
14.  Berapa penghasilan yang Anda peroleh selama 1 bulan ?
-          Rp 25.500.000
15.  Apakah ada limbah dari produksi ini ? dan bagaimana cara mengatasinya ?

-          Ada. Cara mengatasi dengan membuat bak penampungan kusus limbah.
16.  Pukul berapa pabrik ini mulai memproduksi ?
-          Pukul 05.00 sampai 14.00
17.  Apakah pabrik ini memproduksi setiap hari ?
-          Ya . kecuali hari minggu.
18.  Apa yang menjadi ciri khas pabrik ini sehingga dapat bertahan sampai saat ini ?
-          Dengan rasa bawang yang banyak, di goreng mudah, tidak mudah mlempem.
19.  Bagaimana cara mensejahterahkan karyawan ?
-          Dengan cara mengajak pergi rekreasi, member makan 2 kali sehari, fasilitas nyaman.


[1] Komarudin Hidayat,Demokrasi HAM dan masyarakat madani,(ICCE,2000)
[2] Ibid
[3] Ibid

Masyarakat Madani

0
|

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebagai teori atau konsep, civil society sebenarnya sudah lama dikenal sejak masa Aristoteles pada zaman Yunani Kuno, Cicero, pada zaman Roma Kuno, pada abad pertengahan, masa pencerahan dan masa modern. Dengan istilah yang berbeda-beda, civil society mengalami evolusi pengertian yang berubah dari masa ke masa. Di zaman pencerahan dan modern, isttilah tersebut dibahas oleh para filsuf dan tokoh-tokoh ilmu-ilmu sosial seperti Locke, Hobbes, Ferguson, Rousseau, Hegel, Tocquiville, Gramsci, Hebermas.Dahrendorf, Gellner dan di Indonesia dibahas oleh Arief Budiman, M.Amien Rais, Fransz, Magnis Suseso, Ryaas Rasyid, AS. Hikam, Mansour Fakih.
Mewujudkan masyarakat madani adalah membangun kota budaya bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local, tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu, masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan .
Peradaban adalah istilah Indonesia sebagai terjemahan dari civilization. Asal katanya adalah a-dlb yang artinya adalah kehalusan?(refinement), pembawaan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun, tata-susila, kemanusiaan atau kesasteraan. Ungkapan lisan dan tulisan tentang masyarakat madani semakin marak akhir-akhir ini seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. Proses ini ditandai dengan munculnya tuntutan kaum reformis untuk mengganti Orde Baru yang berusaha mempertahankan tatanan masyarakat yang status quo menjadi tatanan masyarakat yang madani. Untuk mewujudkan masyarakat madani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Namun, memerlukan proses panjang dan waktu serta menuntut komitmen masing-masing warga bangsa ini untuk mereformasi diri secara total dan konsisten dalam suatu perjuangan yang gigih.
B. Rumusan Masalah
Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Menurut Blakeley dan Suggate (1997), masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market.”
C. Tujuan Penulisan
Tulisan ini didedikasikan sebagai upaya dalam mewujudkan masyarakat madani, baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
MASYARAKAT MADANI

1. PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI
Kemungkinan akan adanya kekuatan civil sebagai bagian dari komonitas bangsa ini akan mengantarkan pada sebuah wacana yang saat ini sedang berkembang yakni masyarakat madani. Marupakan wacana yang telah mengalami proses yang panjang. Ia muncul bersamaan dengan proses modernisasi, terutama pada saat terjadinya masa transformasi dari masyarakat feodal manuju masyarakat barat modern yang lebih terkenal lagi dengan civil society.
Dalam mendefinisikan tema masyarakat madani sangat bergantung pada kondisi social cultural suatu bangsa, kareana bagai mana pun konsep masyarakat madani merupakan bangunan tema terakhir dari sejarah bangsa Eropa Barat.Sebagai titik tolak, disisi dikemukakan beberapa definisi masyarakat madani:
Pertama; Definisi yang dikemukakan oleh Zbigniew Rew dangan latar belakang kajiannya pada kawasan Eropa Timur dan Uni Sovyet. Ia mengatakan bahwa yang di maksud masyarakat madani merupakan suatu yang berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung bersaing satu sama lain guna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. Maka yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah sebuah ruang yang bebas dari pengaruh keluarga dan kekuasaan Negara.
Kedua; oleh Han-Sung-Joo ia mengatakan bahwa masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu. Perkumpulan suka rela yang terbatas dari Negara suatu ruang publik yang mampu mengartikulasi isu-isu politik. Gerakan warga Negara yang mampu mengendalikan diri dan indenpenden, yang secara bersama-sama mengakui norma-norma dan budaya yang menjadi indentitas dan solidaritas yang terbentuk pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalam civil society.
Ketiga; oleh Kim Sun Hyuk ia mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan-gerakan dalam msyarakat yang secara relative. Secara global dari ketiga batasan di atas dapat ditarik benang emas, bahwa yang dimaksud dengan masyrakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara, yang memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat mengeluarkan aspirasi dan kepentingan publik.

2. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT MADANI
Menurut Aristoteles (384-322) masyarakat madani di pahami sebagai sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah kolonia politik ( sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat dalam berbagai percaturan ekonomi politik dan pengambilan keputusan).
Konsepsi Aristoteles ini di ikuti oleh Marcos Tullios Cicero (106-43) dengan istilah Societis Civilies yaitu sebuah komonitas yang lain, tema yang dikedepan kan oleh Cicero ini lebih menekankan pada konsep Negara kota (city state), yakni untuk menggambarkan kerajaan, kota dan bentuk lainya sebagai kesatuan yang terorgenisasi.
Pada tahun 1767, wacana masayarakat madani ini dikembangkan oleh Adam Fergoson dengan mengambil konteks sosio-kultural, Fergoson menekankan mayasrakat madani pada sebuah visi etis dalam kehidupan bermasyarakat. Pahamnya ini digunakan untuk mengatisipasi perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri dan munculnya kapitalisme serta mencoloknya perbedaan antara publik dan individu.
Kemudian pada tahun 1792, muncul wacana masyarakat madani yang memiliki aksetuansi yang dengan sebelumnya. Konsep ini memunculkan Thomas Paine (1737-1803) yang menggunakan istilah masyrakat madani sebagai kelompok masyarakat yang memiliki posisi secara diametral dengan Negara, bahkan dianggap sebagai antithesis dari Negara, dengan demikian, maka masyrakat madani menurut Thomas Paine adalah ruang dimana warga dapat mengembangkan kepribadian dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingannya secara bebas dan tanpa paksaan.
Perkembangan civic society selanjutnya dikembangkan oleh G.W.F Hegel (1770-1831), Karl Mark (1818-1883) dan Antonio Gramsci (1891-1837). Wacana masyarakat madani yang dikembangkan oleh ketiga tokoh ini menekankan kepada masyarakat madani elemen ideology kelas dominan, pemahaman ini lebih merupakan sebuah reaksi dari model pemahaman yang dilakukan oleh Paine (yang menganggap masyarakat madani sebagai bagian terpisahnya dari Negara), menurut Hegel masyarakat madani merupakan kelompok subordinatif dari Negara, menurut Ryas Rasid erat kaitannya dengan fenomena masyarakat berjuis Eropa (Burgerlische gesselscaft) yang artinya pertumbuhannya ditandai dengan perjuangan melepaskan diri dari dominasi Negara.
Sedangakan Karl Marx memahami masyarakat madani sebagai “masyrakat Borjuis” dalam konteks hubungan produksi kapitalis keberadaannya merupakan kendala bagi pembebasan manusia dari penindasan. Menurut pemahaman Gramsci memberikan tekanan pada kekuatan cendikiawan yang merupakan faktor utama dalam proses perubahan sosial dan politik.

3. KARAKTER MASYARAKAT MADANI
Karaketeristik masyarakat madani dimaksudkan untuk menjelaskan dalam merealisasikan wacana masyarakat madani diperlukan persyaratan-persyaratan yang menjadi nilai universal dalam penegakan masyarakat madani, karateristik tersebut antara lain:
- FRE PUBLIK SPHERE maksudnya adalah ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat.
- DEMOKRATIS merupakan satu entitas yang penegak wacana masyarakat madani, warga Negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas sehariannya. Jadi Demokratis berarti masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku, ras, dan agama.
- TOLERAN merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukkan saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.
- PLURALISME menurut Nurchalish Madjid adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaaban dan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia.
- KEADILAN SOSIAL maksudnya adalah keseimbangan dan pembagian yang professional terhadap hak dan kewajiban setiap warga Negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

4. MASYARAKAT MADANI MENURUT AL-QURAN
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS. An-nisa: 59)

5. PILAR PENEGAK MASYARAKAT MADANI
Yang dimaksud dengan pilar masyarakat madani adalah institusi-institusi yang menjadi bagian dari sosial control yang berfungsi mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang diskriminatif serta mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas. Dalam penegakkan masyrakat madani, pilar-pilar tersebut menjadi persyaratan mutlak bagi terwujudnya kekuatan masyarakat madani, pilar-pilar tersebut antara lain adalah:
1. Lembaga Swadaya masyarakat adalah institusi sosial yang dibentuk oleh swadaya masyrakat yang tugas esensinya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas.
2. pers merupakan institusi yang penting dalam penegakan masyarakat madani, karena kemungkinannya dapat mengkiritis dan menjadi bagian dari sosial control yang dapat menganalisa serta mempublikasikan berbagai kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan warga negaranya.
3. Supremasi Hukum; setiap warga Negara, baik yang duduk dalam formasi pemerintahan maupun sebagai rakyat, harus tunduk kepada (aturan) hukum.
4. Perguruan tinggi; yakni tempat dimana civitas akademikanya (dosen dan mahasiswa) merupakan bagian dari kekuatan sosial dan masyarakat madani yang bergerak pada jalur moral Force untuk menyalurkan aspirasi masyrakat dan mengkritisi berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah, dengan catatan gerakan yang dilancarkan oleh mahasiswa tersebut.
5. Partai politik merupakan wahana bagi warga Negara untuk dapat menyalurkan asipirasi politiknya
Menurut Riswandi Immawan, perguruan tinggi memiliki tiga peranan dalam mewujudkan masyarakat madani. Pertama, pemihakan yang tegas pada prinsip egalitarianisme yang menjadi dasar kehidupan politik yang demokratis, kedua membangun mengembangkan dan mempublikasikan informasi secara objektif dan tidak manipulatif. Ketiga melakukan tekanan terhadap ketidakadilan dengan cara santun dan saling menghormati.
Partai politik merupakan wahana bagi warga Negara untuk dapat menyalurkan asipirasi politiknya dan tempat ekspresi politik warga Negara, maka partai politik ini menjadi persyaratan bagi tegaknya masyrakat madani.

6. MASYARAKAT MADANI DAN DEMOKRATISASI
Hubungan antara masyarakat madani dengan demokrasi, menurut Dawam bagaikan dua sisi mata uang, yang keduanya bersifat KO-eksistensi. Menurut masyarakat madani merupakan “rumah” persemian demokrasi, perlembang demokrasinya adalah pemilihan umum yang bebas dan rahasia.
Larry Diamond secara sistematis menyebutkan enam kontribusi masyrakat madani terhadap proses demokrasil; pertama, ia menyediakan wahana sumber daya politik, ekonomi, kebudayaan dan moral untuk mengawasi dan menjaga keseimbangan pejabat Negara. Kedua, pluraisme dalam masyarakat madani, bila diorganisir akan mejadi dasar yang penting bagi persaingan demokrasi. Ketiga memperkaya partisipasi politik dan meningkatkan kesadaran kewarganegaraan. Keempat ikut menjaga stabilitas Negara. Kelima, tempat pimpinan politik dan keenam, menghalangi dominasi rezim otoriter dan mempercepat runtuhnya rezim.
Untuk menciptakan masyarakat madani yang kuat dalam konteks pertumbuhan dan perkembangan demokrasi diperlukan pembentukan Negara secara grandual dengan suatu masyrakat politik yang demokratis partisipatoris, reflektif dan dewasa yang mampu menjadi penyeimbang dan control atas kecenderungan eksesif Negara. Dalam masyrakat madani warga Negara sebagai pemilik kedaulatan dan hak untuk mengontrol pelaksanaan kekuasaan yang mengatasnamakan rakyat, sehingga setiap individu dalam masyarakat madani memiliki kesempatan untuk memperkuat kemandirian.
Kemandirian dimaksudkan adalah harus mampu direfleksikan dalam seluruh ruang kehidupan politik, ekonomi dan budaya, menurut M. Dawan Rahadjo ada beberapa asumsi yang berkembang. Pertama, demokratisasi bisa berkembang, apabila masyarakat madani menjadi kuat baik melalui perkembangan dari dalam atau dari diri sendiri. Kedua, demokratisasi hanya bisa berlangsung apabila peranan Negara dikurangi atau dibatasi tanpa mengurangi efektivitas dan esensi melalui interaksi. Ketiga, demokrasi bisa berkembang dengan meningkatkan kemandirian independensi masyrakat madani dari tekanan dan Negara.

7. MASYARAKAT MADANI INDONESIA
Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format kehidupan alternative yang mengedepankan semangat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Konsep masyarakat madani menjadi alternative pemecahan, dengan pemberdayaan dan penguatan daya control masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang akhirnya nanti terwujud kekuatan masyarakat yang mampu merealisasikan dan menegakkan konsep hidup yang demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.
Berkembangnya masyarakat madani di Indonesia diawali dengan kasus-kasus pelanggaran HAM dan pengekangan kebebasan berpendapat, berserikat dan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dimuka umum kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai lembaga-lembaga non pemerintah mempunyai kekuatan dan bagian dari sosial control.
Secara esensial Indonesia memang membutuhkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat secara komprehensif agar memiliki wawasan dan kesadaran demokrasi yang baik serta mampu menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Untuk itu, maka diperlukan pengembangan masyarakat madani dengan menerapkan strategi sekaligus agar proses pembinaan dan pemberdayaan itu mencapai hasilnya secara optimal.
Menurut Dawan ada tiga strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi dalam memberdayakan masyrakat madani Indonesia.
1. Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.
2. Strategi yang lebih mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi. Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun ekonomi.
3. Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah demokratisasi.
Fakta model strategi pemberdayaan masyarakat madani tersebut dipertegas oleh Hakim bahwa di Era transisi ini harus dipikirkan prioritas-prioritas pemberdayaan dengan cara memahami target-target group yang paling strategis serta penciptaan pendekatan-pendekatan yang tepat di dalam proses.















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kemungkinan akan adanya kekuatan civic sebagai bagian dari komunitas bangsa ini akan mengantarkan pada sebuah wacana yang saat ini sedang berkembang, yakni masyarakat madani. Dalam mendefinisikan terma masyarakat madani ini sangat bergantung pada kondisi sosio kultural suatu bangsa, karena bagaimanapun konsep masyarakat madani merupakan bangunan terma terakhir dari sejarah pergulatan bangsa Eropa Barat.
Manurut Aristoteles (384-322) masyarakat madani dipahami sebagai sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah kolonia politik (sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonomi politik dan pengambilan keputusan).
Karakteristik masyarakat madani diperlukan persyaratan-persyaratan yang menjadi nilai universal dalam penegakkan masyarakat madani.
Dan masyarakat madani juga harus mempunyai pilar-pilar penegak, karena berfungsi sebagai mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang diskriminatif serta mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas.
Hubungan antara masyarakat madani dengan demokratis menurut Dawam bagaikan dua sisi mata uang yang keduanya bersifat ko-eksistensi.
Berkembangnya masyarakat madani di Indonesia diawali dengan kasus-kasus pelanggaran HAM dan pengekangan kebebasan berpendapat, berserikat, dan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dimuka umum kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai lembaga-lembaga non pemerintah mempunyai kekuatan dan bagian dari sosial control.









DAFTAR PUSTAKA

Azyumardi, Azra, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta, Tim ICCE UIN, Jakarta, 2000

Everytime

0
| Kamis, 05 September 2013
Notice me
Take my hand
Why are we
Strangers when
Our love is strong
Why carry on without me

Every time I try to fly I fall
Without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And every time I see
You in my dreams
I see your face
It's haunting me
I guess I need you baby

I make-believe
That you are here
It's the only way
That I see clear
What have I done
You seem to move on easy

 Every time I try to fly I fall
Without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And every time I see
You in my dreams
I see your face
You're haunting me
I guess I need you baby

I may have made it rain
Please forgive me
My weakness caused you pain
And this song's my sorry

At night I pray
That soon your face will fade away

 

Copyright © 2010 Alfia Oase cuhuhu Blogger Template by Dzignine